Adegan Penutup
Happy Ending
Tak
satupun manusia di dunia ini yang ingin hidup sengsara. Semuanya. Mulai abang
becak, menteri sampai raja copet sekalipun (he..he..ngaku!) ketika ditanya
pilih surga atau neraka, pasti jawabannya ingin masuk surga. Mereka ingin
bahagia. Kalau ada yang bilang ingin masuk neraka karena nanti di neraka bisa
ketemu selebritis dunia dari mulai jaman dulu ampe here after, semisal
Fir’aun, anak dan istrinya Nabi Nuh, Marylin Monroe, saya yakin itu hanya
bercanda saja. Atau ada yang bilang, “Saya masuk neraka kan niatnya untuk
berda’wah? Biar yang di neraka pada taubat!” Ha..ha.. ini banyolan kreatif tapi
asli super ngawur. (Eh tau gak Coy, saat nyawa berada di kerongkongan (sakaratul
maut) pada saat itu pintu taubat sudah di tutup. Jadi kalo dah di neraka
nggak ada taubat lagi!) Tapi yakin deh, semuuua pasti pingin banget ke surga.
Hanya memang ada perbedaan dalam memaknai bahagia. Termasuk kita-kita yang ABG
ini.
Sebagian teman kamu melihat
kebahagiaan dan kesenangan itu jika mereka bisa menyalurkan semua keinginan dan
hasrat dirinya. Inginnya mereka bebas dari aturan. Andaipun pakai aturan,
pilih-pilih yang sesuai selera. Mereka punya slogan “lahir cesar, balita
dimanja, kanak-kanak disayang, muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk
neraka” (kok enak mau masuk surga! Lha wong sholat saja minta dibentakin
dulu, mintanya masuk surga? Emang surga buatan loe sendiri?) atau slogan,
“Mending gak ngerti nggak dosa daripada ngerti nggak bisa mengamalkan, dosa lah
kita!”
Kalau birahi sedang memuncak, ya
langsung disalurkan. Kalau mereka takut berzina, minimal salurkan lewat zina
mata dengan melihat gambar or film bokep. Trus dilanjutkan zina hati
dengan ngebayangin adegan-adegan mesum. Kalau masih nggak ku..ku.. kamu
akhirnya zina tangan dengan onani atau masturbasi. Dan kebiasaan
ini sulit dihentikan karena addicted, menyebabkan kecanduan. Yang
penting buas eh puas. Aku Happy. Betulkah? Ini tipe pertama.
Tipe kedua adalah remaja dan pemuda biasa,
yang juga punya ketertarikan dengan lawan jenis tapi mereka masih takut pada
Allah. Mereka tetap punya nafsu birahi yang dahsyat terhadap lawan jenis, tapi
mereka lebih tertarik dengan surga dan keridhoan Allah SWT. Menurut teman-teman
yang ini, kebahagiaan itu ialah kalau mereka bisa melakuakn ketaatan pada Allah
dan mampu menghindarkan diri dari sesuatu yang dilarang Allah SWT. Karena
mereka faham bahwa aturan Allah sebenarnya untuk kebahagiaan kita sendiri. Bisa
jadi kita nggak menyukai perintah dan larangan Allah, tapi bisa jadi itu adalah
kebaikan bagi kita. Begitu juga sebaliknya. Jadi prinsipnya kebahagiaan ini
adalah jika bisa sami’na wa atho’na, saya dengar saya jalani.
Sebagai penutup saya ingin sampaikan
ke kamu semua bahwa kalau ada remaja atau pemuda saat kongkow yang
diomongin mulu masalah cewek, cowok, musik, film, mode dan sex.
ini sih PEMUDA BIASA. Semua anak muda bisa melakukannya tanpa perlu
belajar dan bekerja keras. Apa susahnya pacaran, nonton CD porno, nyontek,
berani sama ortu? Mudah kan?
Tapi, kala ada remaja atau pemuda
jika ngumpul ngomongin hal-hal yang bermanfaat, ngadakan baksos bersama,
nyantunin anak yatim, diskusi keagamaan, atau saling menasehati, ini PEMUDA
LUAR BIASA. Ini hebat. Tidak semua anak muda bisa seperti ini. Harus
belajar dan bekerja ekstra keras untuk bisa seperti mereka.
Dan ingat!!! Surga hanya mau
ditempati oleh PEMUDA LUAR BIASA. Surga tak akan pernah mau dimasuki
oleh PEMUDA BIASA saja. So, kamu tinggal pilih. Jadi pemuda biasa
or pemuda luar biasa. Semua sudah ada muara akhirnya. Pemuda biasa finishnya
adalah kegagalan (neraka) dan pemuda luar biasa finishnya adalah
kesuksesan (surga). Selamat memilih!!
Now, buka semangat dan gairah baru
untuk menjadikan hidup ini lebih hidup, lebih bermakna. Marilah hidup yang
hanya sekali dan tak tahu kapan jatah hidup ini akan berakhir kita gunakan
sebaik-baiknya! Be carful ‘coz life is short!
Tidak usah menunggu ‘sesuatu’ untuk
berubah. Nggak usah pakai syarat-syarat kalau mo berubah.
“Kalau ranking satu aku akan pakai
jilbab!”
“Kalau matematikaku dapat sembilan
aku akan berinfaq untuk anak yatim!”
“Kalau sudah punya SIM aku akan
sholat jama’ah di Masjid!” (Apa hubungannya?)
Bla...bla...!”
Seandainya nggak jadi ranking satu
or matematika nggak dapat nilai sembilan, kamu batal berjilbab and menyantuni
yatim donk? Maka PAKSALAH diri kamu menjadi manusia sukses dan bahagia. Jangan
mau kalah dengan nafsu dan setan!
Selamat berubah Sayang. Selamat
menjadi manusia baru. Selamat menjadi pemuda or remaja yang LUAR BIASA. Dan
semoga Allah SWT meridhoi dan mengumpulkan kita semua ke JannahNya kelak.
Amiiin
“Kami ceritakan kepadamu Muhammad
cerita yang sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang
beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka.” (Al-Kahfi : 13)
“Dan adapun orang-orang yang takut
kepada kebesaran Tuhannya dan menahan nafsunya maka sesungguhnya surgalah
tempat tinggalnya.“
(An Naazi’aat 41-42)
“Ada tujuh golongan yang akan
dinaungi Allah di hari kiamat ketika tidak ada naungan satu pun kecuali
naunganNya... pemuda yang taat beribadah kepada Allah,.. pemuda yang diajak
berzina mengatakan, “aku sesungguhnya takut kepada Allah..” (HR. Bukhari)
“Saya wasiatkan para pemuda kepadamu
dengan baik, sebab mereka berhati halus. Ketika Allah mengutus diriku untuk
menyampaikan agama yang bijaksana ini, maka kaum mudalah yang pertama-tama
menyambut saya, sedang kaum tua menentangnya.” (Al Hadits)
“Raihlah lima perkara sebelum
datangnya yang lima. Masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum
sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, kesempatanmu sebelum sempitmu, dan hidupmu
sebelum matimu.”
(HR. Muslim)
0 komentar:
Posting Komentar