Adegan Lima
Hidup (Nikah) Tanpa Pacaran? Ueeenak
Tenaaan
Kalo
yang berikut ini nih, suer bakalan seru dan dahsyat. Di adegan ini kamu
akan nikmatin keindahan cinta yang colorful and wonderuful. Asli.
Hidup (nikah) tanpa pacaran? Mana mu’iiiing? Mustahil tra la la! Pasti wong
ndeso! Siti Nurbaya kali? Bla...bla...bla...
Kalau penasaran dan jujur pingin
tahu jawabnya, jangan antipati dulu lah. Nikmati saja ceritanya, hayati,
inshaALLAH kamu akan menemukan keindahan di dalamnya. Dan...ssttt... kamu pasti
pingin segera nikah. Siapa takuut!
Sodare-sodare yang mulai nampak
cakep-cakep (sebelumnya belum cakep, karena sukanya ngobral cinta doank. Karena
sekarang udah pada pinter ngatur cintanya, jadi kelihatan cakep!), agama Islam
adalah agama terakhir untuk peradaban manusia. Artinya gak ada lagi agama atau
peraturan tentang hidup dan kehidupan model baru setelah Islam sampai hari
kiamat kelak. Udah gitu Islam mengatur segala hal tentang kehidupan kamu mulai
dari yang terkecil (tidur, pipis, gosok gigi, berteman, cara berbusana, cara
makan, dll) sampai yang berat-berat (bisnis, bermasyarakat, bernegara, dll).
Tidak ada satupun sesuatu di dunia ini yang tidak diatur Islam. Kamu nggak akan
menemui di agama atau ideologi manapun peraturan selengkap dan sesempurna Islam.
Nggak ada yang bisa njelasin secara tuntas..tas masalah apapun. Hebat kan? Ya
jelas hebat, lha yang nurunin dan yang buat Yang Maha Tahu dan Maha Dahsyat,
Allah SWT.
Bagi yang sudah mulai bisa baca
Qur’an, coba kamu buka surat Al-Maidah ayat 3: “Alyauma akmaltu lakum
diinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’matii wa rodhiitu lakumul islaama diina”.
(Pada hari ini telah Aku (Allah) sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku
cukupkan nikmatKu bagimu, dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agamamu). Jelas
kan? Jadi Islam itu telah sempurna, diridhoi Allah, dan sebagai ni’mat terbesar
untuk manusia. Alhamdulillah.
Kalau kamu memang mengaku sebagai cowok
Muslim sejati harusnya kamu jadi pejantan tangguh untuk mengamalkan Islam
secara totalitas. Kala kagak, jelas kamu adalah cowok Muslim banci alias
pengecut. Demikian juga kalau kamu ngaku cewek Muslimah sejati harusnya
juga begitu, mengamalkan Islam ini dengan seutuhnya. Kalau nggak, pasti kamu
adalah cewek Muslimah yang ecek-ecek. Kamu nggak ingin dicap Islam KTP
kan? Pasti tidak mau. Karena kalau hanya Islam KTP, yang masuk surga nanti juga
cuman KTPnya doank!
Nah, diantara totalitas dan
kesempurnaan Islam dalam mengatur kehidupan manusia adalah aturan tentang
hubungan laki-laki perempuan, termasuk dalam hal ini adalah tata cara memilih
jodoh dan cara pernikahan. Sekali lagi kalau kamu ngaku sebagai cowok or
cewek yang beragama Islam, harusnya ngikut tata cara Allah dalam memilih jodoh.
Yang harus kita pahami bersama bahwa
menikah adalah perwujudan cinta kasih dua anak manusia dalam ikatan yang sah,
legal dan nggak akan pernah kuatir di grebek warga gara-gara kamu berduaan
dalam suatu rumah. Yang lebih penting lagi, nikah merupakan perintah agama
alias sunnah Rasulullah SAW. Jadi, aktualisasi cinta yang benar adalah penyaluran
cinta kasih, cinta mesra, cinta nafsu, cinta yang penuh komitmen, dan segala
maksud cinta, kepada kekasih sah kita yaitu suami atau istri. Nah, cinta yang
seperti inilah yang akan membawa pelakunya menemukan puncak kebenaran cinta.
Alangkah indah dan nikmatnya cinta seperti ini. Tiada cinta yang lebih indah
kecuali cinta setelah pernikahan, begitu kata kanjeng Nabi Muhammad
SAW.
Yang berikut ini akan saya sampaikan
beberapa hadits Rasulullah SAW tentang nikah. Tak ada maksud untuk
memprovokasimu agar cepet-cepet nikah, saya hanya ingin agar kamu cepet-cepet
nyarikan menantu buat bokap nyokap loe. Weleh... sama saja lah! Maksud gue,
saya ingin agar kamu paham bahwa Islam sama sekali nggak nglarang laki
perempuan bercinta. Allah nggak marah kok kalau kamu berduaan, saling
pegang, cium, petting, bahkan intercourse. Allah dan RasulNya
hanya memberikan arahan agar saling raba, kissing, dan intercoursemu
itu mendapatkan barakah dan pahala Allah. MasyaAllah, uuenaak buanget! Udah
nafsu terpuaskan, dapat pahala lagi! Mau? Ya jelas mauu donk! Nich
hadits-haditsnya:
“Wahai sekalian pemuda, barang siapa
diantara kalian telah mampu menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah
lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan farji. Dan barang siapa
belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sungguh puasa itu benteng baginya.” (HR. Bukhari Muslim)
“Ada tiga golongan yang wajib Allah
menolong mereka. Pertama, budak mukatab yang ingin melunasi dirinya agar bisa
merdeka. Dua, orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya dari maksiat.
Dan ketiga, para mujahid di jalan Allah. “ (HR. At Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu
Majah)
“Segala sesuatu selain dzikrullah
adalah permainan dan kesia-siaan kecuali terhadap empat hal. Yaitu seorang suami
yang mencandai istrinya, seorang yang melatih kudanya, berlatih memanah,
dan berenang.” (HR.
An Nasa’i)
“Nikahkanlah orang-orang yang masih
sendirian diantara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlaq mereka,
meluaskan rizki mereka, dan menambah keluhuran mereka. (Al Hadits)
Dan masih buaanyaak lagi ayat-ayat
Qur’an maupun Hadits yang menyuruhmu agar cepet-cepet menikah. Bahkan kata
Nabi, menikah itu separo dari agama ini. Nah lho, artinya kalau kamu masih
jomblo berarti agama kamu masih separo! Alaaa... mbokk...
“Sholat dua rakaat yang didirikan
oleh orang yang sudah menikah lebih baik dari sholat malam dan berpuasa siang
hari yang dilakukan oleh laki-laki bujang” (Al-Hadits)
Oke, kalau gitu gimana donk cara
nikah tanpa pacaran? Iya nanti akan aku jelasin. Tapi maaf, mungkin hanya
singkat dan nggak begitu detail. Kalau pingin yang lengkap, kamu cari sendiri
buku-buku yang berkaitan dengan nikah ya!
Tapi tunggu dulu, ikuti senam nafas
dulu biar kamu tambah fresh. Yuk ambil nafas dalam-dalam lewat hidung,
kemudia tahan dulu selama 10 sampai 20 jam, eh sorry, 10 sampai 20 detik
(jangan kentut lho!). Iya bagus. Lalu sekarang keluarkan perlahan-lahan lewat
telinga.. eh lewat mulut. Ulangi tiga kali! Gimana udah pada lega? Lanjuuuut...
Nikah tanpa pacaran biasanya dimulai
dengan: Pertama. Niat yang Ikhlas. Artinya kamu nikah memang ngikutin
perintah Allah dan RasuNya. Juga pingin jaga nafsu agar nggak liar dan cenderung
dosa. Jangan pernah niat nikah untuk yang lain-lain lho! Karena Allah tahu apa
yang menjadi niatmu dan membalas sesuai dengan apa yang kamu niatkan.
“Barangsiapa mengawini seorang
wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan,
dan barangsiapa mengawaini wanita karena memandang harta bendanya maka Allah
akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena
memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi
barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak
mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan
maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya
baginya..” (HR.
Bukhari)
Dua, Nadhor. Yakni proses melihat dan menilai
calon jodoh kita. Ini bedanya dengan pacaran. Kalau pacaran kamu tidak hanya
sekedar melihat pasangan tapi juga ‘merasakannya’. Dan biasanya karena sudah
ada ‘cinta’, semua tentang kekasihnya selalu terlihat baik. Sudah kita bahas di
depan kan?
Kalau nadhor, kita ingin tahu
tentang calon kita seobyektif dan sejujut mungkin. Informasinya kita usahakan
datang dari orang-orang yang mengenalnya.
Watak, kebersihan, kecerdasan,
keturunan, kebiasaan-kebiasaanya, pekerjaan, atau semua tentangnya, akan bisa
kita dapatkan infonya dengan jujur dan obyektif.
Misal kamu mo nikah dengan
seseorang. Sebelum kamu putusin menerima or nolaknya, kamu pasti akan
cari info tentang dia sebanyak-banyaknya. Kamu pasti nggak ingin milih kucing
dalam karung?
“Dia itu sebenarnya gimana sih?
Agama dan akhlaqnya bagus nggak? Dia itu pemarah nggak? Dia itu pinter masak
nggak? Kerjanya dimana? Dia itu... bla...bla...”
Ke Tiga, Ta’aruf. Setelah nadhor dan merasa cocok
dengan data yang ada, lewat ‘penyelidikan’, dua orang calon pengantin itu
dita’arufkan. Ini proses saling mengenal dengan didampingi perantara atau
ustadz yang ngasuh ta’limnya. Jadi nggak berduaan Sodara. Emang napa?? Ya...
biar nggak jatuh ke pacaran lagi. Kan mulai dari atas prosesnya udah bener,
masak mau diselipi yang nggak bener. Nggak barokah lho!
Masing-masing saling bertanya
tentang visi masing-masing. Karena membangun rumah tangga sama persis dengan
membangun perusahaan. Harus ada kejelasan visi, cepat atau lambat pasti akan
oleng, tinggal nunggu karamnya.
Misal kamu punya visi rumah tangga
da’wah. Karena visi kamu seperti itu, pasti kamu akan cari pasangan yang
nantinya siap all out berdakwah jika berumah tangga. Nah, lewat ta’aruf
inilah masing-masing bisa jelas apa dan bagaimana tentang niat, tujuan, visi
dan misi berumah tangga. Yang jelas dalam ta’aruf ini masing-masing nggak akan
berani bohong seperti dalam pacaran. Kalau masih pacaran biasanya pilih
bohongnya dari pada putus. Tapi kalau ta’aruf, dia nggak akan berani bohong.
Karena, satu, sejak awal dia niat nikah karena Allah SWT. Dua,
kalau dia bohong sama saja membohongi dirinya sendiri.
Maksudnya gini. Pas ta’aruf ketika
di tanya berapa gajinya per bulan, karena sejak awal kita sudah tertarik sama
dia dan biar cinta kita diterima, kita bilang 4 juta per bulan. Dan calon kita
terkesima ketika tahu gaji kita besar. Akhirnya dia menerima gara-gara gaji
kita besar. Tapi begitu nikah dan gaji kita ternyata cuma 1 juta, muncullah
perang. Kita akan dituduh pembohong. Gimana, bisa ngerti kagak? Jadi dalam
ta’aruf, kemungkinan bohongnya akan kecil.
Ke empat, sholat istikharah. Inilah perbedaan mencolok antara
sistem pacaran dengan yang bukan pacaran. Dengan sholat istikharah kita
melibatkan Allah dalam mengambil keputusan. Baik atau tidak kalau kita teruskan
proses ini, semuanya lewat sholat istikharah. Karena kita faham, yang
mengetahui jodoh terbaik kita adalah Allah SWT. Makanya kita minta petunjuk
pada Allah. Tapi yang murni atas nama cinta (nafsu), pokoknya cinta, jadilah ia
nikah. E... baru nikah tiga tahun dah pada minta cerai. Mana keindahan cinta
waktu pacaran dulu?
Ke lima, khitbah. Bahasa Indonesianya lamaran.
Setelah semua proses dilewati dan kamu ngerasa sudah cocok, sementara setelah
istikharah kamu semakin mantap, biasanya yang cowok resmi meng-khitbah ke
keluarga sang cewek. Dan biasanya pula, banyak yang diterima.
Ke enam, Ijab.
“Alhamdulillah gua dapat bini juga
akhirnya.”
“Subhanallah, laki gue cakep juga
ya, sholeh lagi! Ane nyesel nikah, kenapa nggak dulu-dulu aja nikahnya kalau
tahu nikmatnya nikah seperti ini?”
Dan seterusnya.
Ke tujuh, malam pertama. Nah, kalau kamu pinter menyimpan
energi cintamu dan kamu ambil deposito cintamu setelah nikah,
wah...wah..ruarrrr biasa... asyik berat, emmm... nggak kebayang nikmatnya.
Rasain, pada pingiiin ya?
“Sesungguhnya ketika seorang suami
memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya, maka Allah memperhatikan
mereka berdua dengan penuh rahmat, maka berguguranlah dosa-dsoa dari sela-sela
jarinya.”
(Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar Rafi’ dari Abu Sa’id Al Khudzi Ra)
Oke, sudah mantap? Selaki lagi,
hanya info secuil saja. Kamu bisa baca-baca buku tentang proses meminang dalam
Islam yang sudah banyak beredar di toko buku atau paling nggak pinjem ke
temenmu. Tapi setidaknya saya sudah memberikan solusi kalau kamu sedang dimabuk
asmara, apa sesungguhnya yang harus kamu lakukan. Kalau emang sudah nggak kuat,
ya segera nikah saja. Kalau emang belum mampu nikah, kata Nabi, puasalah dan
perbanyaklah aktivitas positif agar kamu nggak melulu mikirin sex.
0 komentar:
Posting Komentar