Adegan Empat
Jangan Putus Asa, Harapan Itu Masih Ada
Berikut ini saya akan coba memberikan solusi bagi mereka yang merasa pernah melakukan zina. Baik zina ‘ringan’ maupun zina yang ‘sebenarnya’. Apapun bentuk zina yang pernah kita lakukan, semua itu mengandung dan mengundang murka Allah. Kalau Allah sudah murka, Astaghfirullahal’adhim, akan bener-bener membuat hidup kita sengsara.
Kesengsaraan
dalam hidup sebagai bentuk hukuman Allah bagi manusia tidak selalu berwujud
musibah, kesedihan, atau bencana lho! Hukuman Allah yang paling ngeri adalah
jika kita melakukan kesalahan dan dosa, tapi Allah justru membiarkannya. Kita
tak ditegurNya sama sekali. Sehingga kita nggak merasa melakukan kesalahan dan
dosa. Akhirnya kita terus melakukan maksiat itu tanpa pernah merasa salah. Dan
kita terus saja berdosa, berdosa dan berdosa.
Oleh karena itu, jika ada teguran
dari Allah saat melakukan maksiat, di satu sisi kita harus segera bertaubat
padaNya. Tapi di sisi lain kita juga harus bersyukur padaNya karena Allah masih
mau memperhatikan dan menyayangi kita. Allah tidak ingin kita semakin
terperosok dalam kenistaan yang pada akhirnya sangat merugikan kita sendiri. Subhanallah.
Nah, teman-teman yang sangat saya
sayangi, kalau sekarang kamu semua merasa telah melakukan dosa kepada Allah,
inilah saat yang paling tepat untuk kembali menjadi hamba Allah yang
sesungguhnya. Jangan pernah menunda-nunda taubat dan kebaikan. Kematian datang
begitu tiba-tiba yang tak akan bisa diperkirakan sebelumnya.
Memang sebagian dari kita sering
sekali menunda-nunda kebaikan dan taubat. Padahal dia ngrasa kalau dosanya
segunung dan katanya sich, “Aku nyesel banget kenapa berbuat hina dan bodoh?”
Tapi anehnya kenapa nggak segera taubat? Kamu sering nggak ngalamin perasaan
kayak gitu? Kalau memang pernah, eh sering, mari kita lihat apa kira-kira yang
menyebabkan kita para manusia terhalang atau tidak bersegera bertaubat.
PENGHALANG-PENGHALANG TAUBAT
Apa saja ya kira-kira
penghalang-penghalang taubat yang membuatmu tidak segera beranjak dari dosa-dosa
zina?
#Anggap Enteng Dosa
Menganggap ringan dosa adalah bentuk
kebodohan kita terhadap Kekuasaan dan Kebesaran Allah SWT. Karena sesungguhnya
tidak ada dosa kecil jika kita remehkan dan dilakukan terus-menerus. Sebaliknya
tidak ada dosa besar jika bisa berhenti dan taubat darinya.
Orang yang meremehkan dosa-dosa
kecil itu jelas secara kejiwaan nggak waras. Karena dia ngrasa hanya dosa kecil
yang Allah pasti akan memaafkannya. Padahal menurut Ibnu Mas’ud, sahabat Nabi
saw: “Jangan kamu lihat besar kecilnya
dosa, tapi lihatlah kepada siapa kamu berbuat dosa.”
Seolah-olah yakin banget kalau Allah
pasti mengampuninya. Meski Allah itu Maha Pengampun, tapi dosa yang dilakukan
secara sadar, sengaja dan terus menerus, akan membuat Allah murka.
Nabi Muhammad SAW sebagai idola kita
juga bersabda: “Orang mu’min itu memandang dosanya seperti gunung yang
seolah akan menimpanya. Sedang orang munafiq itu melihat dosanya seperti lalat
yang lewat di atas hidungnya. Lalu ia menepisnya agar terbang.” (HR.
Bukhari)
Nah, karena hanya menganggap kecil
suatu dosa dan merasa pasti diampuni Allah, kita nggak merasa perlu bersegera
bertaubat. Inilah hal pertama yang membuat orang terhalang dari bertaubat.
#Anggap Hidup Masih Panjang
Ini juga faktor yang membuat kita,
anak-anak muda, menunda kebaikan, ibadah dan taubat. Kita menganggap masih
muda, umur masih panjang dan berarti kesempatan taubat masih panjang.
“Nanti sajalah umur 40 tahun saya
taks serius ibadah!”
“Oke nanti kalau saya dah nikah baru
tak konsentrasi akhirat!”
“Sekarang kan masih 17 tahun, masak
harus aktif beribadah? Pumpung muda brow!”
Padahal kematian itu tidak selalu
berurusan dengan mereka yang sudah berumur 70 tahun, yang lagi sekarat di rumah
sakit atau yang sedang menantang bahaya. Kematian itu urusan mereka yang
bernyawa. Tua, muda, remaja bahkan anak-anak pun punya peluang sama untuk mati
duluan. Termasuk mereka yang sehat, yang lagi belajar di kelas, sedang
duduk-duduk manis di rumah sambil baca buku Apakah Bibirmu Masih Perawan?
(he..he..), punya peluang mati yang sama dengan mereka yang sedang sakit berat
sekalipun.
Dengan meyakini bahwa hidup kita
tinggal hitungan jari saja, akan membuat kita bersegera bertaubat.
Jangan-jangan, jangan- jangan, malaikat maut sudah di depan pintu kamarmu. Dan
rasakanlah, malaikat maut itu memang selalu mengulurkan tangannya mau mencabut
nyawamu! Laa haula wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyyyil ‘adhim.
#Terlalu Optimis Dengan Ampunan
Allah
Namanya saja terlalu optimis, maka
dia super yakin akan diampuni Allah. Sehingga waktu nglakuin dosa, di benaknya
sudah terekam pernyataan, “Allah Maha Pengampun, InshaALLAH dosaku ini akan
diampuniNya.”
Terlalu yakin dengan ampunan Allah
sementara kita terus menerus melakukan kemaksiatan, itu sama artinya dengan
mempermainkan dan meremehkan Allah. Kelakuan ini persis dengan kelakuan Yahudi
yang oleh Allah diceritakan dalam Al Qur’an surat Al-A’raf 169 : “Mereka
mengambil harta benda dunia yang rendah ini dan berkata kami akan diberi
pengampunan.”
Nggak heran jika sebagian pelaku
pacaran alias zina tangan, mata, telinga, tangan, kaki dan hati ini adalah dari
kalangan yang ngerti agama. Tapi ya itu tadi, mereka merasa segala dosa ini
masih kecil dan akan diampuni Allah SWT.
#Terlalu Pesimis Dengan Ampunan
Allah
Ini kebalikan dengan yang terlalu
optimis, tapi hasilnya sama, menunda-nunda taubat bahkan ngrasa nggak ada jalan
lagi untuk bertaubat. Allah pasti nggak mungkin terima taubatku, karena dosaku
sudah nggak bisa keitung lagi!
Sering sekali teman-teman muda yang
curhat di Kafe Curhat KRC mengeluh susah keluar dari jerat nafsu. dia tahu itu
salah dan ingin berhenti, tapi selalu terlintas di pikiran bahwa dosamu udah
buanyaaak. Nggak mungkinlah Allah akan mengampunimu. Kalau begini, ya sudah
sekalian ancur-ancurin saja!
Hati-hati Sayang, itu bisikan setan
yang tidak menginginkan kamu menjadi baik. Jangan kamu terbujuk rayu setan.
Lawan, lawan dan lawan! Jadi, pesimis terhadap ampunan Allah membuat sebagian
manusia enggan untuk segera bertaubat meski tahu bahwa dosanya banyak.
#Berteman Dengan Lingkungan yang
Buruk
Seperti yang di atas, sebenarnya
pingiiiiin banget bertaubat. “Aku tahu betul ini zina Mas, tapi gimana ya?”
“Nyesel banget kalau ingat
dosa-dosaku, ingin sekali berhenti dari semua ini. Tapi...
“Aku tuh mau banget taubat. Tapi aku
nggak kuat diolok-olok temen-temen. Dianggap sok suci, sok alim, muna’, dsb!
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW
bahwa jika kita berteman dengan penjual minyak wangi, meski nggak nyoba, bau
harumlah yang kita dapatkan. Tapi jika berteman dengan tukang las, meski nggak
nyoba ngelas, kita akan berasa panas. Betul nggak? Maksunya, siapa teman kita
maka itulah kita.
Mulanya setelah ikut pengajian
semangat kita meledak-ledak, ingin berubah, ingin taubat. Tapi begitu kembali
ketemu teman-teman yang nggak pernah ikut pengajian, yang tentu saja nggak ada
sama sekali semangat perubahan, kita kembali ikut lemes. Jadi nyetrum dah
semangat lemes teman-teman ke kita. Bukan kita yang nyetrum mereka. Weleh.
Inilah yang bisa membuat semangat taubat kita kembali melemah bahkan bisa-bisa
hilang.
Itulah beberapa
penghalang-penghalang taubat.
Pinginnya
setelah baca bab ini, kamu semua jadi bersemangat untuk menghentikan zinamu dan
taubat kepada Allah SWT. Ingat, sebesar apapun dosa manusia, ampunan Allah jauh
lebih besar lagi. Bahkan Allah sangat suka jika ada hambaNya yang kembali ke
jalanNya.
“Dan bersegeralah kepada ampunan
Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan
untuk orang-orang yang bertaqwa.”
(QS. Ali Imran : 133)
BANGKITLAH
Lalu
gimana caranya taubat Mas? Demi Allah, aku benar-benar pingin bangkit dan
berubah menjadi manusia yang di cintai dan di ridhoi Allahu Ta’ala. Bener, mau
taubat nich? Alhamdulillah, semoga Allah memudahkan langkahmu menuju
pintu taubat. Langkahnya?
#Ikhlas karena Allah
Ya,
kamu berhenti dari maksiat alias taubat semata-mata karena takut dengan Allah.
Takut dengan amuk Allah yang Maha Dahsyat. Takut jika Allah menghukummu. Dan
yang lebih penting bukan hanya takut pada Allah, tapi MALU pada Allah. Demikian
banyak nikmat yang diberikan pada kita, bahkan tak terhitung, e.. lihat balasan
kita! Bukannya berterima kasih atau
bersyukur, tapi malah jadi pembangkang. Malu, malu, maluuuu sekali.
Taubat
kamu bukan karena gara-gara ditinggal lari sang pacar yang meninggalkan luka di
hati atau berhenti pacaran karena dimarahi ortu, tapi murni karena ingin
kembali mengikuti ajaran Allah dan RasulNya yang jelas-jelas akan
membahagiakan.
“Dan mereka tidak disuruh kecuali
untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaan kepadaNya dalam menjalankan
agama dengan lurus.”
(Al-Bayyinah: 5)
#Menyesal
Ya udah pastilah, namanya saja
taubat, pasti ada unsur nyeselnya. Nggak mungkin disebut taubat kalau nggak ada
nyeselnya dengan perbuatan zina selama ini. Bahkan sebab-sebab munculnya keinginan
taubat itu karena adanya perasaan menyesal terhadap perbuatan zina dengan
segala modelnya selama ini yang kita lakukan.
Penyesalanmu murni karena kamu sadar
ini salah, dosa. Kamu nyesel banget, karena ini sudah melanggar larangan Allah
SWT, Zat yang selama ini memberimu kehidupan. Kamu juga nyesel karena perbuatan
gaul bebas ini sebenarnya hanya dilakukan oleh binatang.
#Menjauhi Dosa dan Kemaksiatan
Bukti bahwa kamu menyesal dengan
perbuatan dosa selama ini adalah meninggalkan sejauh-jauhnya perbuatan zinamu
itu. Bohong jika ngaku nyesel tapi masih aja pacaran dengan segala modelnya.
Bahkan bukan hanya pacaran yang harus kamu tinggalin, tapi segala hal yang bisa
membuatmu memasuki wilayah nafsu birahi juga harus kamu tinggalkan
sejauh-jauhnya. Ini kalau penyesalanmu serius and jujur lho!
#Sholat Taubat
Sebagai bentuk permohonan ampun atas
segala dosa kita selama ini kepada Allah adalah dengan melakukan sholat taubat.
Yaitu sholat dua rakaat memohon ampun atas segala dosa-dosa yang kita lakukan.
Waktu terbaiknya adalah saat ini juga segera lakukan or 1/3 malam akhir,
sekitar jam 01.00-04.00 WIB (menjelang shubuh). Karena di waktu itu Allah turun
ke langit dunia dan berfirman, “Siapa yang minta ampunan kepadaKu walau
dosanya sebanyak buih di lautan akan Kuampuni...”
Lakukanlah sholat taubat ini.
Pasrahkan semua pada Allah. InshaALLAH, Allah kan ampuni dosa-dosa kita.
#Mengisi Sisa Usia dengan Amal
Sholeh
Nah, sebagai bukti terbaik dan
terpercaya bahwa kamu memang nyesel dan bertaubat adalah kamu mengisi
hari-harimu dengan amal-amal sholeh yang diridhoi Allah SWT. Kerjakanlah
apa-apa yang diperintahkan dalam Islam dan jauhi semampumu apa yang dilarang
Islam.
Isi sisa hidupmu yang tak tahu kapan
akan berakhir ini, dengan hal-hal yang bermanfaat. Jadilah orang yang selalu
dirindui masyarakat karena peran positif kita. Bukankah Rasulullah sampaikan
bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia
lainnya? Oke, jadikanlah dirimu manusia yang terbaik di sisa usiamu.
#Bergaullah Hanya dengan Teman yang
Baik
Kamu hanya bisa menjaga semangat
taubatmu jika kamu bergaul dengan teman-teman yang baik. Karena sahabat yang
baik adalah sahabat yang selalu mengingatkan jika kita melakukan dosa dan
kesalahan. Artinya jika kita mungkin na’udzubillah-melakukan lagi kesalahan,
teman-temanmu yang baik-baik itu segera mengingatkanmu. Bukannya mereka sirik
padamu, tapi karena begitu sayang padamu yang tidak ingin kamu tergelincir
lagi. Inilah enaknya punya lingkungan yang sholeh.
So, tinggalkan lingkungan dan
teman-teman lamamu yang suka mengajak pada keburukan. Tentu maksud ditinggal
disini bukan bermaksud untuk memutuskan silaturahim, tapi yang kita tinggalkan
adalah kebiasaan buruknya. Akan lebih hebat lagi kalau mampu mengajak mereka
mengikuti jalanmu sekarang. Dahsyat Man!
Itulah cara-cara bertaubat yang bisa
kamu kerjakan jika ingin kembali menjadi manusia normal di mata Allah SWT.
Selamat untuk kamu semua. Saya berdo’a semoga taubat kita diterima Allah SWT
dan dipertemukan bersama di surgaNya. Amiiin
0 komentar:
Posting Komentar