Hot!

Other News

More news for your entertainment

Apakah Bibirmu Masih Perawan bagian 7 (habis)


Adegan Penutup
Happy Ending

                Tak satupun manusia di dunia ini yang ingin hidup sengsara. Semuanya. Mulai abang becak, menteri sampai raja copet sekalipun (he..he..ngaku!) ketika ditanya pilih surga atau neraka, pasti jawabannya ingin masuk surga. Mereka ingin bahagia. Kalau ada yang bilang ingin masuk neraka karena nanti di neraka bisa ketemu selebritis dunia dari mulai jaman dulu ampe here after, semisal Fir’aun, anak dan istrinya Nabi Nuh, Marylin Monroe, saya yakin itu hanya bercanda saja. Atau ada yang bilang, “Saya masuk neraka kan niatnya untuk berda’wah? Biar yang di neraka pada taubat!” Ha..ha.. ini banyolan kreatif tapi asli super ngawur. (Eh tau gak Coy, saat nyawa berada di kerongkongan (sakaratul maut) pada saat itu pintu taubat sudah di tutup. Jadi kalo dah di neraka nggak ada taubat lagi!) Tapi yakin deh, semuuua pasti pingin banget ke surga. Hanya memang ada perbedaan dalam memaknai bahagia. Termasuk kita-kita yang ABG ini.

Apakah Bibirmu Masih Perawan bagian 6


Adegan Lima
Hidup (Nikah) Tanpa Pacaran? Ueeenak Tenaaan

                Kalo yang berikut ini nih, suer bakalan seru dan dahsyat. Di adegan ini kamu akan nikmatin keindahan cinta yang colorful and wonderuful. Asli. Hidup (nikah) tanpa pacaran? Mana mu’iiiing? Mustahil tra la la! Pasti wong ndeso! Siti Nurbaya kali? Bla...bla...bla...
Kalau penasaran dan jujur pingin tahu jawabnya, jangan antipati dulu lah. Nikmati saja ceritanya, hayati, inshaALLAH kamu akan menemukan keindahan di dalamnya. Dan...ssttt... kamu pasti pingin segera nikah. Siapa takuut!

Apakah Bibirmu Masih Perawan bagian 5


Adegan Empat
Jangan Putus Asa, Harapan Itu Masih Ada

             Berikut ini saya akan coba memberikan solusi bagi mereka yang merasa pernah melakukan zina. Baik zina ‘ringan’ maupun zina yang ‘sebenarnya’. Apapun bentuk zina yang pernah kita lakukan, semua itu mengandung dan mengundang murka Allah. Kalau Allah sudah murka, Astaghfirullahal’adhim, akan bener-bener membuat hidup kita sengsara.
      Kesengsaraan dalam hidup sebagai bentuk hukuman Allah bagi manusia tidak selalu berwujud musibah, kesedihan, atau bencana lho! Hukuman Allah yang paling ngeri adalah jika kita melakukan kesalahan dan dosa, tapi Allah justru membiarkannya. Kita tak ditegurNya sama sekali. Sehingga kita nggak merasa melakukan kesalahan dan dosa. Akhirnya kita terus melakukan maksiat itu tanpa pernah merasa salah. Dan kita terus saja berdosa, berdosa dan berdosa.